Oleh: Nada Ichda Shilcha, Santri-Murid SMP Alam Nurul Furqon (Planet Nufo) Rembang

Sore itu, Mbak Zuhro, Syifa, Bilqis, Afra, dan beberapa anak laki-laki tampak sibuk di kejauhan.

Aku melihat mereka sedang membersihkan perabotan. Awalnya aku hanya ingin menyiram bawang, tetapi lama-lama aku menjadi penasaran dan tertarik menghampiri mereka.

Mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ada yang menyapu, mengelap meja, dan merapikan barang-barang. Baju mereka terlihat lusuh, tetapi mereka tetap semangat bekerja.

Aku menghampiri Mbak Zuhro dan duduk di dekatnya.

“Mau buat apa sih, Mbak? Kok tumben bersih-bersih?” tanyaku penasaran.

“Aku sama yang lain mau jualan di situ,” jawabnya sambil menunjuk toko berwarna navy. Di atasnya tertulis nama “Teh Senja”.

“Oh, mau jualan, ya, Mbak?” tanyaku.

“Iya,” jawabnya singkat.

Tidak lama kemudian, Ustaz Aziz, pemilik toko itu, menghampiri kami.

“Kamu mau ikut jualan, Mbak?” tanyanya.

Aku menoleh dan menjawab dengan anggukan kecil. Aku pun ikut membantu, meskipun hanya sedikit yang bisa kulakukan.

“Besok jangan lupa cari resep yang mau kalian jual, ya,” pesan Ustaz Aziz.

Keesokan paginya, kami pergi ke laboratorium komputer untuk mencari referensi menu. Kami mencari berbagai resep makanan dan minuman yang menarik untuk dijual. Setelah berdiskusi, akhirnya kami memilih beberapa menu.

Setelah selesai, kami menemui Ustaz Aziz untuk menyampaikan hasil pencarian kami. Beliau memberikan beberapa masukan agar menu yang kami pilih lebih sesuai.

Esoknya lagi, kami mulai berbelanja bahan-bahan dan mempersiapkan kegiatan berjualan. Kami saling membantu menyiapkan makanan dan minuman. Ada yang menyiapkan bahan, merapikan toko, dan melayani pembeli.

Awalnya semua berjalan lancar. Kami merasa senang karena bisa mencoba pengalaman baru. Ternyata berjualan tidak semudah yang kubayangkan. Kami harus bekerja sama, melayani pembeli dengan ramah, dan mengatur waktu dengan baik.

Namun, pada bulan Agustus, kami memutuskan berhenti berjualan sementara karena akan ada kegiatan kemah. Kami harus mempersiapkan berbagai keperluan untuk kegiatan tersebut. Rencananya, kami akan mulai berjualan lagi setelah kemah selesai.

Aku berharap Teh Senja bisa kembali ramai dan kami bisa mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan berjualan.

Planet Nufo

Di Nufo, kita bisa melakukan banyak kegiatan, seperti berjualan dan menanam. Dari kegiatan tersebut, kita bisa belajar banyak hal untuk bekal masa depan.

Di Planet Nufo, kita diberi kesempatan untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Misalnya, dengan berjualan dan menanam, kita bisa belajar mandiri sekaligus menghasilkan uang.

Saat berjualan, kita belajar melayani pembeli, bekerja sama, dan mengatur keuangan. Sedangkan saat menanam, kita belajar merawat tanaman dengan sabar dan tekun.

Hasil tanaman kami nantinya akan dibeli oleh Abah Nasih, pendiri Pondok Pesantren Nurul Furqon. Karena itu, kami harus merawat tanaman dengan baik agar hasilnya memuaskan.

Menurutku, kegiatan di Planet Nufo sangat menyenangkan. Kami tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga belajar melalui pengalaman langsung.

Dari Teh Senja dan kegiatan menanam, aku belajar bahwa untuk mendapatkan hasil yang baik, kita harus berusaha dan bekerja sama.

Ini Planet Nufo mengajarkan kami untuk berani mencoba, belajar mandiri, dan mempersiapkan diri untuk masa depan.