Oleh: M. Berdi Syakhowi, Santri-Murid SMP Alam Nurul Furqon (Planet Nufo) Rembang
Selama di rumah saat bulan puasa, aku sering menghabiskan waktu dengan bermain hingga lupa waktu. Dari pagi sampai sore aku terus bermain, bahkan malam hari aku masih bermain HP hingga tengah malam. Selama di rumah, aku juga hampir tidak pernah membantu orang tua dan sering lalai menjalankan ibadah salat.
Suatu hari, aku merasa hidup di rumah terasa berbeda. Pagi itu aku memulai hari dengan merapikan kamar yang sudah lama berantakan. Setelah selesai, kamar terasa lebih rapi dan nyaman sehingga membuatku lebih semangat melakukan kegiatan lain.
Hari itu cuaca di luar sedang hujan deras. Awalnya terasa membosankan karena tidak bisa keluar rumah, tetapi aku mencoba membuat hari tetap menyenangkan. Aku kembali bermain HP hingga tanpa sadar tertidur. Sore harinya, seorang teman mengajakku keluar untuk bermain.
Setelah bermain, aku pulang ke rumah dalam keadaan lelah. Aku segera mandi dan melaksanakan salat Magrib. Setelah itu, aku kembali bermain bersama temanku dari pukul 19.00 sampai 21.00. Karena terlalu lama bermain, akhirnya aku dimarahi oleh orang tuaku.
Namun, aku menyadari bahwa dimarahi orang tua juga merupakan bentuk perhatian dan kasih sayang. Di pondok aku memang jarang dimarahi orang tua, tetapi jika tidak tertib aku akan dimarahi ustadz. Hal itu membuatku sadar bahwa nasihat dan teguran adalah tanda bahwa mereka peduli agar aku menjadi pribadi yang lebih baik.