Oleh: Tegar Saputra, Santri-Murid Kelas VII SMP Alam Nurul Furqon Rembang, asal Jakarta Selatan
Perkenalkan, nama saya Tegar Saputra. Saya kelas VII SMP Alam Nurul Furqon, asal Jakarta Selatan. Kali ini saya akan bercerita tentang Planet Nufo yang selalu menciptakan hal yang berbeda. Tulisan ini saya tulis terutama untuk teman-teman saya di Jakarta, dan Indonesia pada umumnya.
Planet Nufo adalah Pondok Pesantren dan Sekolah Alam Nurul Furqon. Planet Nufo selalu punya hal yang berbeda dibandingkan pesantren lain, sebut saja bangunan-bangunan unik, seperti gorong-gorong, kepang, dan sesek. Sudah pada tahu belum ketiganya itu apa? Oke, saya kasih tahu, ya.
Gorong-gorong adalah kamar untuk para santri di Planet Nufo. Bentuknya seperti kapsul. Kepang dan sesek juga merupakan kamar. Kepang berbentuk rumah kotak yang terbuat dari rotan dan bambu. Jumlahnya ada 7, tapi satu sudah tidak terpakai. Dua kepang untuk kamar santri, dan empat lagi untuk kamar ustaz/ustazah yang sudah berkeluarga. Kalau sesek, bentuknya seperti rumah adat Papua, yaitu rumah honai, khusus untuk kamar ustaz dan ustazah saja. Setiap kamar di sini sangat unik dan menarik, kan?
Berbeda dari yang lain, kalau di pondok lain santri tidur di asrama yang terlihat modern dan mewah, kami cukup tidur di rumah tradisional yang nyaman sambil menikmati suasananya. Tapi jangan salah, di sini juga ada 2 asrama, yaitu Asrama Putra dan Asrama Putri. Ada juga Rumah Prisma dan Rumah Ka’bah, dan satu lagi ketinggalan, hehe, yaitu Rumah Olim. Pokoknya, selain Rumah Ka’bah, semuanya adalah tempat untuk beristirahat. Kalau Rumah Ka’bah biasanya dipakai santri ekskul musik. Ekskul di sini juga sangat lengkap, totalnya ada 30 ekskul!
Santri di sini juga diajarkan banyak hal, seperti menanam, beternak, berwirausaha, berorganisasi, dan tentu saja tidak lupa salat dan mengaji.
Kami diajarkan menanam apa saja, entah itu bawang, selada, kayu putih, cabai, dan lain-lain. Kami juga diajarkan ilmunya, lho, seperti apa itu hama dan bagaimana penggunaan pupuk kimia.
Kami juga belajar beternak domba dan kambing. Kadang kami juga diajarkan menggembala kambing dan domba. Biasanya menjelang Iduladha, jumlah kambing dan dombanya mulai bertambah banyak.
Semua santri di sini diharuskan melakukan minimal satu dari ketiga hal tersebut. Kenapa kami disuruh berwirausaha? Supaya kami tidak terus bergantung kepada orang tua, bisa menghasilkan uang sendiri, dan bisa menumbuhkan ide-ide usaha untuk masa depan. Alhamdulillah, saya sudah melakukan beberapa di antaranya, salah satunya berwirausaha.
Di sini kami juga bisa memilih organisasi dari tiga organisasi pelajar Islam, yaitu PII (Pelajar Islam Indonesia), IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama), dan IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah). Jadi, di Planet Nufo ilmu agama dan ilmu dunia seimbang.
Seluruh santri di sini biasa menyatu dengan alam, makanya namanya Sekolah Alam. Di depan Rumah Ka’bah ada lapangan. Santri laki-laki biasanya main bola di sana kalau sore hari. Apalagi kalau selesai main bola menjelang magrib, kami pulang melewati persawahan sambil melihat matahari terbenam, diiringi suara selawatan dari masjid-masjid. Vibes-nya terasa syahdu banget!
Tidak lupa, Planet Nufo mendapat peringkat 3 nilai TKA tertinggi di Kabupaten Rembang. Dari tiga sekolah itu, hanya Planet Nufo yang berasal dari pondok pesantren, sedangkan dua lainnya sekolah biasa. Kalau sekolah lain belajar di gedung-gedung bagus, Planet Nufo belajar di gazebo dan rumah ukir dari kayu, tapi tetap bisa meraih peringkat 3 nilai TKA tertinggi di Kabupaten Rembang!