oleh: Bintang Adly Ardana Luthfi, Santri-Murid Kelas VIII SMP Alam Nurul Furqon asal Kebumen

Alkisah hiduplah seorang anak bernama Max. Max adalah seorang anak laki-laki yang sangat amat kesepian sejak terlahir di dunia. Max tidak memiliki salah satu anggota keluarga lain yang menemaninya, bahkan tanpa seorang ayah dan ibu. Pada saat Max kecil, Max hanya ditemani seekor burung merpati putih dan tinggal bersamanya di sebuah desa yang sangat kecil. Max sudah biasa menerima kehidupan yang begitu-begitu saja, sepi tanpa teman. Ia berpikir semua hal yang dilakukan akan baik-baik saja selama masih ada seekor merpati berwarna putih yang selalu menemaninya.

Pada suatu hari, seorang laki-laki gagah mendatangi rumah Max. Ia menghancurkan rumah yang amat bersih hingga seketika menjadi sangat kotor dan berantakan. Laki-laki gagah itu juga mencuri barang-barang berharga di rumah Max. Max hanya diam, arah matanya ke depan dan ia bingung dengan apa yang terjadi. Max makin terdiam, menangis, dan ketakutan. Keadaan rumah Max sudah hancur, serta merpatinya sudah mati terbunuh.

Hati Max hancur lebur dengan apa yang terjadi tadi. Max sangat putus asa oleh kepergian merpati. Namun, Max berkhayal dan 80 persen meyakini bahwa mungkin saja ada keajaiban atas seluruh kejadian ini. Ia berpikir untuk mencari sumber mata air. Banyak orang memberitakan bahwa mata air tersebut ajaib dan dapat menyembuhkan. Lebih dari itu juga mampu menghidupkan merpati Max yang sudah tiada.

Tanpa pikir panjang Max langsung berjalan mencari sumber mata air dengan membawa merpati yang sudah tiada di atas pundaknya. Max mencari mata air ajaib selama 4 hari 3 malam dengan perjalanan yang amat rumit. Mata air ajaib terletak di bawah kaki gunung yang tempatnya sangat sunyi. Setelah berjalan cukup jauh, Max akhirnya menemukan mata air tersebut di penghujung jalan. Tanpa pikir panjang Max memberi merpatinya minuman air ajaib. Kondisi merpatinya saat itu sudah membiru dan membeku. Seusai meminumkan air ajaib, Max memandikan merpatinya dengan air ajaib itu pula.

Setelah menunggu selama 15 menit, akhirnya keajaiban itu datang padanya. Keyakinan Max terwujud atas kerja kerasnya. Anehnya, merpati Max berubah menjadi seorang wanita cantik, putih, dan berambut panjang. Ternyata ia merupakan ibu kandung Max yang telah dikutuk oleh penyihir selama 10 tahun yang lalu.

Tamat