Oleh: M. Umar Fadli, Santri-Murid Kelas VII SMP Alam Nurul Furqon Rembang, asal Kendal, Jawa Tengah
Pada suatu hari, Pak Mirwan meminta saya belajar menanam. Kata beliau, “Kalau menanam bawang, bijinya dua, biar tumbuh.” Saya pun menanam bawang, setiap lubang dua biji, sampai habis. Setelah selesai menanam, saya menyiramnya.
Saya menunggu tanaman itu tumbuh, tetapi ternyata tidak tumbuh. Ternyata karena saya tidak rajin menyiram. Setelah itu saya biarkan saja dan tidak saya siram lagi. Dari situ saya belajar kalau menanam itu harus sabar dan rajin merawat.
Tapi pokoknya di sini enak. Kalau tanamannya tumbuh, nanti bisa dibeli Abah Nasih. Walaupun harganya murah, cuma Rp 4.000,00 uangnya bisa buat jajan. Kalau tanamannya tumbuh banyak, untungnya juga banyak.
Sekolah di sini juga beda. Di sini tidak ada libur, paling liburnya pas olahraga. Pembelajarannya juga asyik. Ekskulnya banyak, ada memanah, futsal, dan lain-lain. Di sini juga banyak rumah unik, ada rumah kepang 7, rumah sesek 8, rumah gorong-gorong 17, rumah ukir 2, dan lain-lain. Pokoknya di sini berbeda dari yang lain.
Peraturan di sini juga agak ketat. Contohnya, tidak boleh jajan di luar, kecuali pas disambang atau pas sedang keluar ke suatu tempat yang jauh dari Nufo. Di sini juga tidak boleh bawa HP, kecuali kalau ada kepentingan atau pas disambang.
Walaupun peraturannya ketat dan saya kadang kangen rumah, saya tetap senang tinggal di Planet Nufo. Di sini saya punya banyak teman dari berbagai penjuru Indonesia. Ada yang dari Jakarta, ada yang dari Sumatera, ada yang dari Sulawesi, bahkan ada yang dari NTT. Jadi saya bisa kenal banyak teman dari daerah yang berbeda-beda. Saya juga belajar banyak hal yang tidak ada di sekolah lain. Nanti saya mau mencoba menanam bawang lagi, dan kali ini saya akan rajin menyiramnya setiap hari supaya bisa tumbuh dan dijual ke Abah Nasih. Semoga kali ini berhasil dan untungnya banyak!