Planet NUFO adalah pesantren dan sekolah alam dengan prinsip sangat terbuka bagi siapa saja. Para penyelenggaranya, bagi pengurus yayasan maupun guru, juga murid-muridnya beragam latar belakang. Ada Sarekat Islam, Muhammadiyah, NU, HMI, Nahdatul Wathan, DDI, Persis, dan lain-lain. Ada juga yang tidak memiliki latar belakang ormas Islam, tetapi memiliki kesadaran baru untuk mendidik anak dengan landasan yang kuat pada al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad saw..
Karena latar belakang yang sangat beragam itu, maka di dalam Planet NUFO terdapat berbagai organisasi pelajar, di antaranya IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), IPNU (Ikatan Pelajar NU), PII (Pelajar Islam Indonesia), dan HPI (Himpunan Pelajar Islam). Saat ini, Ketua Umum IPM Planet NUFO adalah Aisya Sasmaya, puteri Arief Budiman yang merupakan tokoh Muhammadiyah dan Ketua KAHMI Rembang. Ketua Umum IPNU dijabat oleh Faris Barrack yang merupakan putera Katib Syuriah NU Lasem. Ketua Umum PII adalah Muhammad Rasyid al-Malik ad-Diin, putera aktivis Muhammadiyah Baubau Sulawesi Tenggara. Dan Ketua Umum HPI adalah Fuad Rumi Pasau, putera aktivis HMI asal Makassar.
Planet NUFO membangun kebiasaan kerjasama dan sinergi di antara organisasi pelajar yang ada itu, bukan berkompetisi. “Ini adalah wahana untuk membangun mindset di kalangan pelajar muslim yang berbeda afiliasi ormas itu, agar mereka memenej konflik secara produktif, bukan kontraproduktif. Mereka memiliki aktivitas masing-masing, yang sebagiannya berbeda, sehingga sejak dini mereka sudah bisa saling memahami. Dengan cara ini, di dalam kehidupan nyata bermasyarakat nanti, mereka akan mampu membuat sesuatu yang lebih bermanfaat bagi bangsa dan ummat. Perbedaan bukan alasan untuk saling menafikan, tetapi adalah kesempatan bersinergi”. Demikian kata Kepala Sekolah Alam yang bertempat di sebelah timur Desa Mlagen Kabupaten Rembang itu.
Masuk ke dalam kawasan Planet NUFO, terlihat beberapa gazebo yang setiap sore digunakan berdiskusi kelompok-kelompk siswa. Mereka melakukan diskusi atau rapat-rapat kecil untuk menyusun rencana aksi dan usaha bersama. Di halaman dan di sekitar Planet NUFO terlihat tanaman sayur mayur dan juga peternakan yang dikelola oleh para guru bersama para siswa. Di situlah mereka berbaur tanpa sekat untuk memberikan kemampuan terbaik yang mereka miliki. Tak heran, walaupun Planet NUFO baru dua tahun berdiri, tetapi perkembangannya terlihat sangat akseleratif.
Kekuatan Planet NUFO terletak pada guru-gurunya yang berpendidikan pascasarjana dan berusia muda. Rerata mereka masih berusia di bawah 25 tahun. Jumlahnya 25 orang, sehingga rasio guru:murid sangat besar dibanding pada umumnya sekolah di Indonesia. Bahkan mengalahkan Finlandia yang sering disebut sebagai negara dengan pendidikan terbaik, karena rasio guru 1:11. Di Planet NUFO, rasio guru:murid didesain 1:4. Karena itu, penerimaan murid baru juga disesuaikan dengan jumlah guru yang tersedia. Jika jumlah guru banyak, maka kuota murid yang diterima juga banyak. Demikian pula sebaliknya.
Program unggulan di sekolah ini adalah reintegrasi sains dan teknologi ke dalam Islam. Karena itulah, semua murid di Planet NUFO diarahkan untuk menghafalkan al-Qur’an dengan terlebih dahulu memahami makna literalnya. Karena penekanan ini, pertama kali menjejakkan kaki di halaman Planet NUFO akan nampak muda mudi yang sedang fokus muraja’ah dan simaan al-Qur’an di gazebo-gazebo kecil. Setelah al-Qur’an dikuasai, diharapkan akan menjadi inspirasi untuk mengembangkan sains dan teknologi di masa depan. Mereka diarahkan untuk melanjutkan studi di fakultas-fakultas berbasis sains dan teknologi, di antaranya Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas IT, dan keprofesian lain. Dengan cara ini, diharapkan akan lahir generasi baru berkualitas lengkap, yakni: muslim-intelektual-profesional.
Penasaran dengan Planet NUFO? Kunjungi saja langsung. Ketik Planet NUFO Mlagen di googlemap! Anda akan diantar langsung ke lokasi tanpa banyak tanya.*
