Oleh: Wulan Sekar Pratiwi, Santri-Murid Kelas IX SMP Alam Nurul Furqon (Planet NUFO) Rembang asal Blora
Menurut saya homo sapiens adalah salah satu makhluk hidup yang sangat menakjubkan. Pada zaman dahulu maupun sekarang.
Homo sapiens modern pada zaman sekarang yang kita kerap temui juga pasti ada asal muasalnya, tidak mungkin kita menjadi makhluk seperti sekarang ini dengan cara instan. Ada kalanya kita hanya makan, mencintai, dan memburu. Pada saat itu kita masih dijuluki sebagai manusia purba.
Pendapat ini diperkuat dengan isi buku yang berjudul “Sapiens” karya Yuval Noah Harari yang menjelaskan bahwa manusia modern atau disebut juga dengan homo sapiens modern yang berarti homo ialah manusia dan sapiens yang berarti bijak.
Pada masa modern pasti memiliki banyak perkembangan yang dialami oleh setiap generasi mulai dari memasak, cara membuat api dan menggunakannya, berkomunikasi, memburu, dan masih banyak lagi. Dan menurut saya kebanyakan manusia tidak tahu bahwa kita bukan satu-satunya spesies manusia di muka bumi ini kit memiliki banyak kerabat, saudara, nenek moyang yang masih memiliki persamaan dengan kita. Dari kata manusia pun yang artinya “hewan yang merupakan anggota genus homos”. Serta pernah ada banyak spesies lain dalam genus ini selain genus homo. Sehingga, suka atau tidak suka, kita adalah anggota famili dengan simpanse, gorila, dan orang utan.
Hal ini diperkuat dengan kemunculannya manusia pertama yang berevolusi di Afrika Timur sekitar 2,5 juta tahun yang lalu, berkembang menjadi kera Selatan (Australopitheus). Pada saat itu para Kera Selatan akhirnya menyebar ke berbagai penjuru dunia dan beradaptasi, sehingga seiring bertambahnya generasi baru, mereka pun semakin menunjukkan perbedaan fisik mereka sesuai dengan kondisi wilayah atau daerah yang mereka tempati, yang akhirnya berevolusi di daerahnya masing-masing.
Sayangnya, kita belum tahu pasti di mana dan kapan hewan-hewan tersebut yang digolongkan sebagai homo sapiens berevolusi pertama kali dari manusia terdahulu. Namun, banyak ilmuwan bersepakat bahwa di Afrika Timur sudah dihuni oleh sapiens yang tampangnya seperti kita. Dan berkat api pula gigi dan rahang mereka lebih kecil dibandingkan leluhur mereka, dan otak mereka lebih besar, setara dengan ukuran otak kita.
Kesimpulannya adalah evolusi manusia sudah bisa diketahui bahwa manusia berevolusi pada saat di Afrika Timur. Mereka belajar dan berkembang seiring berjalannya waktu sedangkan di daerah lain ada evolusi yang mundur beberapa langkah maupun tidak kemana-mana dan akhirnya menjadi simpanse, gorila, dan orang utan. Hal tersebut dipengaruhi oleh keadaan dan iklim lingkungan, pengaruh sosial, dan lain sebagainya.