Oleh: Putri Azzahra, Santri-Murid Kelas IX SMP Alam Nurul Furqon (Planet NUFO) Rembang asal Sumatra
Siapa yang tidak menjaga kesehatan, maka ia akan menyesal saat penyakit datang menghampiri hidupnya. Mungkin banyak orang meremehkan sikap sederhana seperti makan teratur dan mengonsumsi makanan gizi seimbang, rutin minum air putih, berolahraga, istirahat cukup, mengelola stres, menjaga kebersihan, menghindari kebiasaan buruk, dsb. Padahal semua hal tersebut sangat mempengaruhi risiko kematian sekitar 60% lebih menurut jurnal National Institutes of Health yang berjudul “The Impact”.
Di balik data tersebut, terdapat kenyataan bahwa hanya 20% dari penduduk Indonesia yang benar-benar mengerti gaya hidup sehat (menurut Menteri kesehatan, Minar Farid Moeloek, di Jakarta, pada Jumat, 20 September 2019 dari Kompas.id). Tetapi untungnya sekitar 86% orang Indonesia mempunyai peningkatan kesadaran akan kesehatan (menurut survei Tempo.co 5 Febuari 2026).
Menjaga kesehatan fisik (makan bergizi, olahraga, istirahat) adalah fondasi yang sangat penting, akan tetapi itu saja tidak cukup untuk mencapai hidup yang berkualitas, bahagia, dan sukses secara utuh. Untuk mencapai itu semua membutuhkan pengorbanan banyak hal.
Selain itu juga kita wajib berhati-hati dalam hidup. Kita wajib menjaga kesehatan tubuh kita. Bahkan akan lebih baik mengerti pula kondisi yang bisa kita kendalikan dan melepas yang tak bisa kita kendalikan. Seperti lingkaran sosial, lingkungan alam, kondisi finansial yang dipengaruhi ekonomi, dan lain-lain yang di luar batas kendali kita.
Lingkaran sosial. Sebenarnya, lingkaran sosial juga ada yg bisa kita kendalikan. Seperti memilih pertemanan, mengatur batasan fisik maupun emosional, dan mengendalikan respon terhadap orang lain. Dengan begini kesehatan mental kita terjaga dan tidak gampang overthinking.
Lingkungan alam. Saat kita ingin bepergian sangat penting untuk kita mengetahui cuaca, apakah mendukung atau tidak, apakah banjir atau apakah terjadi gempa. Jika tidak mendukung maka lebih baik tunda dulu demi keselamatan nyawa kita. Karena lebih baik mencegah daripada mengobati.
Kondisi finansial. Kondisi finansial juga sangatlah mempengaruhi kehidupan seseorang. Hampir bisa dikatakan finansial buruk, kualitas kehidupan seseorang juga buruk. Namun, ada beberapa aspek yang dapat diantisipasi untuk mengurangi resiko tersebut. Seperti: Memahami literasi keuangan, memilih jenis suku bunga yang kita gunakan, membangun dan menjaga reputasi, serta profil untuk mendapatkan kepercayaan pemodal dan hal-hal lain yang bisa kita kontrol dan mempengaruhi finansial kita.
Kesimpulannya adalah menjaga kesehatan sama pentingnya berhati-hati dalam hidup. Jika kita sehat dan berhati-hati dalam hidup (sosial, alam, finansial) kita bisa menuju ke kehidupan berkualitas, bahagia, dan sukses.