Oleh: Zahrani Karimatun Nisa, Santri-Murid SMP Alam Nurul Furqon (Planet NUFO) Rembang asal Rembang
Matematika adalah salah satu pelajaran wajib di sekolah, mulai jenjang dasar hingga menengah. Sekitar 82% anak usia 15 tahun berada di bawah standar kemampuan matematika yang diharapkan. Menurut data dari halodoc rata-rata IQ orang Indonesia adalah 78,49 yang menempati peringkat ke 130 dari 199 negara.
Berdasarkan studi Programmer for Internasional Student Assessment atau PISA 2022 yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development, OECD Indonesia mengalami penurunan skor pada 2022. Skor PISA tertinggi menyentuh angka 575 yang dicapai oleh Negara Singapura pada literasi Matematika sedangkan Indonesia hanya mencapai 366 poin. Indonesia menduduki peringkat ke-6 dari 8 negara ASEAN di ajang PISA.
Peningkatan minat mata pelajaran favorit sekitar 32% pada pelajaran matematika dan sejarah di Indonesia (Survey Education Monitor) 2025 terbit pada Januari 2026. Tak hanya itu, walau rata-rata kemampuan matematika di Indonesia rendah anak-anak Indonesia dapat menunjukkan prestasi khusus yaitu menjuarai kompetisi sempoa dunia pada 2023. Yang dijuarai oleh Nono dari NTT.
Dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional presiden Indonesia yaitu Pak Prabowo Subianto dan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, mereka memiliki rancangan strategis dan berkelanjutan untuk memperbaiki hasil tes internasional pada siswa Indonesia. Yang pertama, fokus pada kualitas guru dan pelatihan berkelanjutan. Yang kedua, reformasi kurikulum dengan fokus pada pemecahan masalah. Yang ketiga, peningkatan sarana dan prasarana sekolah. Keempat, peningkatan waktu belajar efektif. Kelima, pengembangan program pengajaran inklusif berkelanjutan. Keenam, pendidikan berbasis literasi dan numerasi sejak dini. Yang ketujuh, meningkatkan keterlibatan orang tua dan masyarakat. Yang ke-8 penggunaan data untuk perbaikan berkelanjutan. Yang ke-9 reformasi kebijakan pendidikan yang konsisten. Yang ke-10 benchmarking dengan negara-negara berkinerja tinggi. (Kompasiana beyond blogging, 24 Oktober 2024)
Intelligent Quotient atau IQ yang rendah bukan berarti tak pintar. Karena pintar adalah skill dan skill itu bisa diasah. Akan tetapi, kita juga memerlukan bantuan orang lain saat sedang mengasah skill. Pendidikan tidak hanya tugas orang tua tetapi juga tugas bangsa dan negara.