Oleh: Najwa Salsabilla, Santri-Murid Pesantren-Sekolah Alam Planet NUFO Rembang asal Pati

Di Era digital, hubungan antara murid dan guru mengalami banyak perubahan. Teknologi tidak hanya mengubah cara belajar saja, tetapi juga bagaimana cara mereka berinteraksi, berkomunikasi, dan membangun kedekatan.

Ada beberapa perubahan atau dampak pola interaksi ketika seorang murid memakai metode pembelajaran berbasis digital. Apa saja? Misalnya, interaksi tidak lagi terbatas di kelas fisik, berarti bahwa kegiatan berinteraksi (seperti belajar, berdiskusi, bertanya, atau bertukar pendapat) tidak hanya terjadi di ruang kelas secara langsung atau tatap muka saja, tetapi bisa dimana tempatnya.

Kemudian guru dan murid juga bisa berkomunikasi lewat whatsapp, google classroom, atau bisa menggunakan zoom. Terlebih pembelajaran mereka bisa berlangsung kapan saja dan dimana saja, bahkan itu juga memudahkan pembelajaran mereka di era digital.

Selain pola atau dampak, dengan pembelajaran digitalisasi, mereka memiliki efek positif yang akhirnya dibentuk. Yakni, akses materi lebih luas, diskusi bisa lebih fleksibel atau kapan saja, dan murid lebih mandiri mencari informasi-informasi yang dibutuhkan.
Dengan murid mencari jawaban sendiri lewat internet, guru hanya berperan mengajarkan cara berpikir kritis, membimbing penggunaan teknologi secara bijak, lalu membantu memilah informasi mana yang benar dan mana yang hoaks.

Di balik mereka banyak mudah mengakses tentang pembelajaran ada tantangan yang sering muncul yang dialami murid. Salah satunya adalah distraksi seperti kecanduan game atau kecanduan media sosial, ketergantungan pada gadget, kurangnya etika digital, dan biasanya tidak semua murid punya perangkat.