Oleh: Haura Astila Rahma Khazim, Santri-Murid Kelas XII Planet NUFO asal Bogor Jawa Barat

Seiring dengan perkembangan zaman, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi juga semakin berkembang. Contohnya AI (Artificial Intelligent). AI banyak dimanfaatkan di berbagai aspek kehidupan, salah satunya di bidang pendidikan. Bagi pelajar, AI tentunya banyak sekali membantu dalam hal pembelajaran, baik untuk mencari informasi-informasi yang terbatas jika hanya sebatas mengandalkan buku, hingga untuk mencari jawaban atas soal dari tugas-tugas yang didapat.

AI sangat dibutuhkan di bidang pendidikan. Di zaman ini, hampir semua sekolah mendukung penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Sudah tidak aneh jika seorang guru meminta muridnya untuk mengakses AI dalam kehidupan dan kegiatan belajar mengajar. Apalagi, sering kita temukan bahwa buku tidak selalu memuat informasi yang lengkap. Sedangkan, AI dapat memberikan informasi yang sangat luas mengenai berbagai hal yang menjadi jawaban atas pertanyaan yang tidak terjawab di buku. Berdasarkan kasus yang sering ditemui yaitu tentang nasib siswa kelas 12 di mana mereka harus bertemu dengan UTBK sebagai jalan untuk menuju ke bangku kuliah. Nah Apa peran teknologi seperti AI bagi mereka? AI sebagai sumber tambahan untuk mendapat materi dan soal yang lebih banyak dan dalam, dari apa yang terdapat di buku yang mereka punya.

Penggunaan AI dalam pembelajaran ternyata bukan hanya menjadi fenomena di sekitar kita. Berdasarkan laporan OECD dalam hasil PISA 2025, penggunaan chatbot AI untuk mengerjakan tugas sekolah sudah meluas di berbagai negara. Namun, kemampuan siswa dalam menilai kualitas informasi yang dihasilkan AI juga menjadi perhatian. Secara rata-rata, sekitar 62% siswa dalam data OECD melaporkan mendapat kesempatan untuk belajar menilai kualitas informasi yang dihasilkan AI di sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan AI perlu disertai kemampuan untuk memeriksa dan memahami informasi yang diberikan, bukan hanya menerima jawaban begitu saja (OECD, 2026).

Namun, penggunaan AI dalam pembelajaran tidak selalu berdampak kepada hal yang positif. Di mana masih ada banyak siswa yang hanya menyalin informasi yang diberikan AI, padahal jika siswa menggunakan secara tepat, AI juga dapat membantu untuk menemukan kesalahan sehingga tahu di mana letak yang perlu diperbaiki.

Ketika siswa hanya menyalin, hal ini berpengaruh pada terhambatnya otak untuk berpikir. Sehingga bisa diartikan menggunakan AI sama saja dengan membodohi diri sendiri. Dalam kasus ini guru dan orang tua perlu memberikan edukasi tentang penggunaan AI yang baik dan benar serta dampak baik dan buruknya. Selain memberikan edukasi, perlu juga dilakukan pemantauan terhadap penggunaan AI. Sehingga, guru dan orang tua dapat memberikan evaluasi.