Oleh: M. Aldi Husni, Santri-Murid Kelas IX SMP Alam Nurul Furqon asal Garut
Teh Tuti adalah nama seorang penjual sekaligus peneliti sayur lontong. Sayur lontong Teh Tuti terkenal di Kota Cibalagong karena rasanya enak dan teksturnya umami nan tasty. Tokonya berdiri di Kota Cibalagong, Jalan Sayur Lontong Blok 4 pada 2024 M sampai sekarang.
Sejak zaman Yunani Kuno, Raja Leonidas, zaman Heian, World War I, dan World War II, sayur lontong selalu menjadi makanan terfavorit. Teknik memasak beliau adalah teknik turun temurun dari nenek moyang-nenek moyangnya. Semuanya berjalan baik, sebelum terjadinya tragedi mengerikan di balik enaknya sayur lontong Teh Tuti.
Codename: Cecep. Cecep adalah agen FBI yang nama aslinya tidak boleh ketahuan karena Cecep adalah profesional di bidang yang sangat penting. Detektif khusus per-sayur lontongan, itulah divisi yang dipimpin oleh Cecep. Cecep adalah seorang yang jinius sayur lontong dari lahir. Mungkin karena ibunya dulu ngidam sayur lontong.
Cecep ditugaskan untuk menyelidiki kenapa sayur lontong Teh Tuti sangat enak. Cecep dengan senang hati menerimanya. Cecep sudah sangat berpengalaman di bidang penyelidikan per-sayur lontongan.
Sesampainya di TKP, Cecep langsung membeli dan memakan sayur lontong yang seporsi seharga 7.000 rupiah tersebut. Karena Cecep bisa tahu apa bahan-bahan pembuatannya hanya dengan memakannya, alangkah terkejutnya Cecep. Ternyata Teh Tuti memasukkan benda yang tidak sehat ke dalamnya.
Ada bahan kimia yang dimasukkan ke dalamnya. Bahan itu adalah bahan yang membuat makanan menjadi terlihat segar dan enak. Nama bahan itu adalah boraks dan formalin.
Cecep langsung menangkap Teh Tuti dan menyerahkannya kepada FBI. Setelah diteliti ternyata Teh Tuti adalah anomali berupa siluman setengah lontong. Masyarakatpun membuat patung lontong raksasa di bekas bangunan toko sayur lontong Teh Tuti.