oleh: Fahma Kaifia Deena, Santri-Murid Kelas IX SMP Alam Nurul Furqon asal Semarang.
Di peternakan milik seorang peternak yang kaya raya, terdapat puluhan ribu ayam, belasan ribu domba dan kambing, seribu sapi, puluhan bebek, dan babi.
Di antara bermacam-macam hewan ternak tersebut, ada seekor babi bernama Bintany yang sangat jorok. Keseharian Bintany hanya makan, tidur, dan makan lagi. Bintany tidak pernah mandi. Sehingga, babi-babi lain tidak mau mendekatinya.
Suatu hari, saat sang peternak berjalan-jalan untuk melihat peternakannya, ia menyaksikan Bintany yang sedang murung sendirian.
Si peternak bertanya, “Hei Bintany, mengapa kau sangat murung pagi ini? Apakah kau kelaparan? belum kukasih makan?”,
Bintany menoleh ke arah si peternak. “Aku sedih. Aku sedang meratapi nasibku yang kesepian, tanpa seorang teman.”
Bintany kemudian diam dan kian cemberut. Ia tampak pucat. Mungkin, sesuatu yang mengganggu di pikirannya membuatnya tak nafsu makan beberapa hari.
Si peternak kemudian menyambung curahan hati Bintany sambil tertawa kecil, “Kau tahu, mengapa tidak ada yang mau berteman denganmu, Bintany?”
Bintany malah merengut, ketika ditanya si peternak.
“Coba kali ini jawab pertanyaanku!” Si peternak bertanya sambil mengetuk-ngetukkan tongkat ke kandang, membuat Bintany terkejut dan membelalakkan matanya, “Kapan terakhir kali kau mandi?”
“Sebulan yang lalu,” jawab Bintany lesu.
Si peternak menghela napas sejenak, lalu menasihati Bintany, “Pantas saja, kau begitu jorok. Mana ada yang mau berteman denganmu?”
Semenit kemudian, setelah menasihati Bintany, si peternak pergi ke gudang dan menyuruh salah seorang pekerjanya untuk memandikan Bintany.
selesai