Oleh: Susan Venia, M.H., Pengajar di Pesantren-Sekolah Alam Planet Nufo Mlagen Pamotan Rembang
Palestina adalah wilayah kecil yang terletak di Timur Tengah. Namun memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah Timur Tengah kuno dan modern. Palestina terdiri dari dua wilayah utama yaitu Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan kota Yarussalem yang serat akan makna bagi tiga agama besar yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi. Palestina merupakan salah satu tempat lahirnya peradaban kuno. Hal itu dapat dilihat bahwa Palestina pernah menjadi bagian dari kerajaan dan kekaisaran, seperti Kekaisaran Romawi, Bizantium, hingga Kekhalifahan Islam.
Selain itu, Palestina merupakan wilayah yang memiliki kaitan yang sangat erat dengan sejarah agama. Bukti yang dapat dilihat dengan sepasang mata adalah Masjid Al-Aqsa di Yarussalem dan Gereja Makam Kudus. Tempat-tempat tersebut menjadi pusat keagamaan bagi umat Muslim, Kristen dan Yahudi. Namun pada abad ke-20, Palestina terlibat konflik besar yang melibatkan kolonialisme, imperialisme, dan ketegangan etnis. Kemudian setelah Perang Dunia I, timbul ketegangan antara penduduk Arab Palestina dan Pendatang Yahudi karena pada saat itu wilayah Palestina berada di bawah mandat Inggris yang memberikan akses imigrasi orang Yahudi ke wilayah tersebut.
Konflik yang sampai saat ini dialami oleh Palestina adalah konflik dengan Israel. Banyak korban yang berjatuhan akibat perang yang terjadi antara militer Israel dan kelompok militan, Hamas di Jalur Gaza. Bahkan banyak masyarakat sipil yang tewas dalam serangan tersebut. Konflik antara Israel-Palestina ini terjadi sudah bertahun-tahun yang lalu. Ketegangan ini terjadi sejak tahun 1948 setelah pendirian negara Israel yang mengakibatkan pemindahan besar-besaran orang Arab Palestina. Serta terdapat klaim teritorial yang bertentangan dari kedua belah pihak yang mengklaim hak yang sama atas tanah. Sementara Israel mempertahankan statusnya sebagai negara Yahudi, dan orang Palestina berjuang untuk membangun negara mereka sendiri.
Selain menyebabkan banyak korban jiwa, dampak lain dari konflik tersebut bagi Palestina adalah terjadinya krisis dalam berbagai bidang. Banyak warga Palestina yang kehilangan keluarganya, tempat tinggal, harta serta masih banyak kerugian lainnya yang harus ditanggung. Termasuk menyebabkan hancurnya infrasruktur. Maka upaya perdamaian harus dilakukan agar tidak terjadi konflik berkepanjangan.
Jika berbicara perdamaian, selama bertahun-tahun upaya internasional telah dilakukan agar Israel dan Palestina mencapai perdamaian. Salah satu upaya yang terkenal dalah Perjanjian Oslo tahun 1993. Selain itu upaya-upaya lain juga dilakukan seperti yang dikomandoi oleh PBB, Uni Eropa, negara-negara Arab. Namun hal tersebut belum mencapai perdamaian yang dimaksudkan. Bahkan terbaru, berdasarkan Data Biro Pusat Statistik Palestina atau Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) menunjukkan bahwa sebanyak 47.772 orang Palestina tewas akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 hingga 19 Januari 2025.
Upaya untuk memberhentikan konflik tersebut terus dilakukan yaitu salah satunya dengan gencatan senjata. Namun, meskipun telah terdapat keputusan gencatan senjata, keputusan tersebut dilanggar oleh pihak Israel. Mereka menembaki para warga Palestina yang kembali dari tenda pengungsian tanpa pandang bulu. Tentunya hal tersebut membuat publik geram karena Israel tidak menepati janji.
Namun demikian, perdamaian untuk Palestina harus selalu diupayakan karena hal itu adalah harapan banyak orang di seluruh dunia. Tentunya perdamaian yang dicita-citakan adalah perdamaian yang adil. Perdamaian yang memberikan pengakuan kepada negara Palestina sebagai negara yang merdeka. Kemudian menghargai hak-hak manusia serta jaminan keamanan untuk negara yang sebelumnya mengalami konflik.
Serta sebagai manusia yang mengetahui peristiwa itu sudah selayaknya dapat memilah-milah tindakan yang akan dilakukan. Tentunya tindakan tersebut tidak menyakiti warga Palestina. Misalnya, dengan memberikan bantuan sesuai kemampuan. Setidaknya upaya tersebut mampu membantu membasuh luka yang dialami oleh masyarakat Palestina.
Namun perlu diingat pula bahwa untuk mencapai perdamaian yang sejati pasti akan ada tantangan-tantangan yang harus dihadapi. Maka diperlukan komitmen yang tulus untuk mengawal penyelesaian masalah- masalah utama. Misalnya, pembagian wilayah Yarussalem, dan hak kembali bagi para pengungsi Palestina. Solusi yang didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan dan penghargaan terhadap hak asasi manusia adalah kunci untuk masa depan yang lebih damai bagi Paelstina.
Palestina, dengan segala perjuangannya, tetap menjadi simbol keteguhan dalam menghadapi ketidakadilan. Meskipun konflik ini telah menyebabkan begitu banyak penderitaan, harapan akan perdamaian yang adil dan berkelanjutan akan selalu digaungkan. Dunia Internasional memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong tercapainya perdamaian. Upaya tersebut dapat diwujudkan dengan mendukung proses diplomasi yang konstruktif dan menghormati hak-hak rakyat Palestina.
Pada akhirnya, perdamaian untuk Palestina adalah keinginan kemanusiaan yang lebih besar daripada tujuan politik itu sendiri. Hal ini menunjukkan harapan bahwa setiap negara, termasuk Palestina, memiliki hak untuk hidup dalam kedamaian, kebebasan, dan keadilan. Maka mari saling mendoakan dan saling menguatkan. Lekas merdeka, Palestina. Aamiin.