Oleh: M. Aldi Husni, Santri-Murid Kelas IX SMP Alam Nurul Furqon asal Garut

Ujang adalah orang yang wajahnya mirip kodok. Ujang selalu dibully karena wajahnya yang mirip kodok. Ujang miskin, Ujang lemah. Ujang tidak berdaya menghadapi itu semua.

Sekolah Ujang mengadakan lomba mencari kupu-kupu di hutan Cibalagong. Satu kelompok berisikan 5 orang anggota. Ujang mendapatkan kelompok yang isinya pembully semua.

Lombapun dimulai. Ujang dikucilkan kelompoknya yang ingin Ujang mencari kupu-kupu sendirian. Ujang-pun menurut karena takut. Ujang akhirnya mendapatkan kupu-kupu pertamanya.

Siapa sangka kupu-kupu yang ia tangkap adalah seekor peri. Peri tersebut menghukum Ujang dan menjadikannya kodok beneran. Ujang mengira peri hanyalah dongeng/mitos.

Ujang-pun bertemu dengan para kodok. Alangkah senangnya Ujang karena Ujang ternyata tampan di mata para kodok. Padahal muka Ujang kayak kodok.

Ujang akhirnya hidup sebagai kodok. Ujang bahagia karena akhirnya ada yang mau menerimanya. Ujang lebih nyaman menjadi kodok daripada menjadi manusia yang tidak memiliki hawa keberadaan dan keberadaban.