oleh: Azma Fawziya, Santri-Murid Kelas VIII SMP Alam Nurul Furqon Mlagen Pamotan Rembang
Untuk lelaki
yang kucintai setelah ayahku…
Terima kasih,
telah menuliskan puisi
Yang kau coret sendiri,
Untukku
Untuk lelaki
yang kucintai setelah ayahku…
Terima kasih,
telah menuliskan puisi
Sebagai ungkapan manismu
Dalam tiap baitnya,
Untukku
Hatiku bungah,
Berbunga-bunga
Tatkala membaca goresanmu,
Seolah ada sesuatu
Yang terjadi dan begitu menakjubkan
Dalam hatiku
Bolehkah aku mengungkapkannya?
Aku juga merasakan
Sesuatu itu
Yang kau rasa
Rasa yang aku simpan rapat
Sejak awal itu,
Kala kita saling bersapa, berbicara, dan bersama
Sebenarnya kala itu,
Aku belum merasakan
Aku belum bisa menerka
Apa yang mengganggu dalam otak dan jiwa
Namun,
Waktu berjalan,
Dalam masa yang beriringan,
Rasa itu tumbuh tanpa kupinta
Rasa itu tambah dengan sendirinya
Yang semula hanya kosong,
Ada kekosongan dalam hatiku,
Perlahan tumbuh setangkai mawar merah
Di taman hatiku
Cukup!
Mungkin itu kata terakhir yang bisa kusampaikan
Bersamaan dengan ungkapan syukurku,
Bahwa aku tahu kamu juga tahu rasaku
Bahwa aku tahu, aku juga merasa rasamu
Bolehkah ku memanggilmu,
Dengan sebuah nama buatanku?
Sebuah nama yang kusiapkan untukmu