Saat Timothi masuk ke bangunan itu, Timothi yang terobsesi dengan barang-barang bersejarah langsung terpana melihat guci tua dengan lukisan kuno gaya tahun 988 SM (Sebelum Masehi). Timothi ingin masuk lebih dalam, namun ruangan itu terlalu gelap. Sehingga Timothi kembali ke tempat ia beristirahat untuk mengambil senter.

Timothi kembali ke bangunan tua itu untuk menjelajah lebih dalam. Saat Timothi menyalakan senter, “Wah… Ruangan apa ini?” Timothi terkejut melihat alat-alat perang kuno, peninggalan Kerajaan Pringalus. Terdapat busur, pedang, tombak, perisai, dan lain sebagainya. Namun, Timothi tertegun sebentar, “Apa gunanya aku menemukan ini? Memangnya ini akan bermanfaat saat di hutan? Aku sudah memiliki senjata dan perbekalan yang cukup.” Timothi melamun sebentar.

“Tk!…” suara barang jatuh membuat lamunan Timothi tergantikan dengan rasa penasaran. Timothi berjalan menuju arah suara tersebut. Sesampainya di situ, terdapat sebuah benda bertuliskan “Time Machine” atau mesin waktu.

Perhatian Timothi tertuju pada mesin waktu itu, Timothi mengatur mesin waktu itu untuk pergi ke 500 tahun ke depan. Timothi sampai ke tahun 2517 M. Timothi melihat-lihat di pasar. Ternyata ada alat transportasi berupa kapsul teleportasi portabel yang bisa membesar dan mengecil.

Timothi kembali ke tahun 2017 M. Ia memikirkan cara mendapatkan alat teleportasi itu. Timothi berpikir, “Hmm… Mungkin aku bisa menjual salah satu senjata kuno itu.” Sesuai apa yang ia pikirkan, Timothi mengambil salah satu anak panah kuno dan menjualnya di masa depan. Timothi mendapatkan alat yang ia inginkan. Ia kembali ke 2017 dan membawa benda-benda kuno beserta mesin waktu itu ke rumahnya dengan alat teleportasi itu.

TAMAT

oleh: Haiz Syurokhi Irfan, Santri-Murid Kelas VIII SMP Alam Nurul Furqon asal Pati.