Rembang – Palang Merah Remaja (PMR) SMP Alam Nurul Furqon menggelar kegiatan edukasi kesehatan dengan materi khusus tentang teknis pembalutan luka pada Senin (22/09). Kegiatan ini berlangsung di aula terbuka berbahan bambu yang menjadi ruang belajar mereka, dengan diikuti puluhan anggota PMR dari berbagai jenjang sekolah.

Materi disampaikan langsung oleh Evi Maytasari, S.Pd., Relawan PMI Kabupaten Rembang, yang menekankan pentingnya keterampilan dasar pertolongan pertama, terutama pembalutan luka. Menurutnya, kemampuan ini tidak hanya berguna di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari ketika berhadapan dengan situasi darurat.

“Pembalutan luka harus dilakukan dengan benar agar tidak memperparah kondisi korban. Di sini, kerjasama antara korban dan penolong sangat diperlukan. Misalnya, korban harus bisa memberi tahu di mana letak rasa sakit atau bagian yang terluka, sementara penolong harus tenang, cepat, dan tepat dalam memberikan bantuan,” jelas Evi di hadapan peserta.

Para anggota PMR tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya dalam simulasi kelompok. Satu persatu mereka diminta mempraktikkan cara membalut luka di kepala, tangan, dan kaki menggunakan perban. Situasi pembelajaran terlihat hidup ketika beberapa anggota berperan sebagai “korban” sementara yang lain bertugas sebagai penolong.

Afifah Ainun Ni’mah, selaku pembina PMR SMP Alam Nurul Furqon, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membekali para remaja dengan keterampilan dasar medis sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial.
“Kegiatan seperti ini sangat penting, karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun sikap peduli, gotong royong, dan kesiapsiagaan. Anak-anak kita akan terbiasa untuk tidak panik ketika menghadapi kejadian darurat,” ujarnya.

Selain praktik pembalutan luka, peserta juga mendapatkan tips mengenai menjaga kebersihan luka, pentingnya cuci tangan sebelum melakukan pertolongan, serta bagaimana memilih jenis perban sesuai dengan lokasi cedera. Beberapa peserta tampak antusias mencoba ulang teknik yang baru mereka pelajari, meskipun ada yang masih canggung dalam mengikat simpul perban.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anggota PMR SMP Alam Nurul Furqon tidak hanya mampu membantu diri sendiri, tetapi juga bisa menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama di lingkungan sekolah maupun masyarakat.