oleh: Silvia Nur Hafizhoh, Santri-Murid Kelas IX SMP Alam Nurul Furqon asal Semarang
Alkisah, ada seekor ayam yang disegani oleh ayam-ayam yang lain, Tagak namanya. Tagak disegani karena keindahan warnanya, kegagahan postur badannya, serta keunikan jengger dan jalunya. Bahkan, Tagak biasa disebut sebagai ayam sempurna, dibanding ayam-ayam yang lain.
Banyak sekali ayam yang ingin berteman dengan Tagak, tetapi Tagak memanfaatkan kesempurnaannya untuk memilih teman yang menurutnya hampir setara dengannya. Tagak memilih teman yang pas untuk menjadi kawannya.
Suatu hari ada seekor ayam jantan yang mendekati ayam-ayam sempurna, Tagak dan kawan-kawan pilihannya. Ayam jantan itu bernama Chiki. Chiki bertubuh kurus, wajahnya tampak lusuh, dan bisa dibilang jauh dari kata sempurna. Chiki ingin memperkenalkan diri kepada Tagak dan kawanan ayam sempurna. Namun, Chiki langsung diusir oleh Tagak. “Mengapa saya tidak boleh berteman dengan kalian? Minimal izinkan saya berkenalan,”
“Dengar ya! Kamu nggak pantas jadi temen kami. Lihat dirimu, sangat jauh dari kata sempurna!” Tagak menjawab dengan tegas, membuatnya tampak gagah tapi terkesan galak, bukannya tegas yang penuh kharisma.
“Kalian benar-benar jahat, suka sekali memilih-milih teman, memandang dari depan!” lawan Chiki. Ia melanjutkan, “Hei ayam yang katanya sempurna, kamu benar-benar jahat!” kali ini Chiki berteriak sambil menangis.
“Lihat saja, nanti kau tidak akan punya teman lagi. Dan saat itu, akan ada banyak ayam yang menjadi saksi bahwa dirimu memang layak ditinggalkan!” Chiki bersumpah lalu pergi berlari.
Benar saja, selang beberapa bulan kemudian, apa yang dikatakan oleh Chiki benar terjadi. Ayam-ayam yang bersama dengan Tagak, merasa terhipnotis dan hanya menjadi pesuruh Tagak. Mereka akhirnya menyesal dan memilih untuk meninggalkan Tagak.
selesai