Oleh: Achmad Yusuf Uwaisiy Rachman, Santri-Murid SMP Alam Nurul Furqon (Planet Nufo) Rembang asal Jepara
Di sebuah pedalaman desa belaga provinsi sarawak yang hampir tak disentuh oleh dunia luar,hiduplah dua sekawan yang sangat akrab, mereka tak pernah bermain atau bahkan menyentuh barang barang elektronik mereka hanya mengandalkan alam sebagai tempat bermain, sampai ketika salah satu dari mereka, cakra mengajak bara untuk pergi bermain ke samping batas hutan, disana mereka melihat pemandangan kota dari jauh akan tetapi cakra merasakan hal aneh yaitu cakra mendengar suara suara samar dari seberang mereka,suara suara itu seperti suara pohon yang mendesis.
Cakra mencoba mengerutkan kening nya, sambil mempertajam pendengaran nya “Hei bara, kau dengar suara itu atau hanya suara angin yang menggoyahkan pepohonan ?” mendengar pertanyaan dari cakra bara pun mencoba untuk menajamkan pendengarannya untuk mendengar suara itu.
“Ya cakra, aku mendengar nya, bagaimana kalau kita cek sumber dari bunyi tersebut ?”
“Oke, ayo”
Mereka pun mencoba menyelidiki asal suara tersebut, karena bara merasa suara itu agak berbeda dengan suara desisan pohon yang tertiup oleh angin seperti biasanya dan juga bara memiliki firasat buruk tentang keadaan desanya yang terisolasi dan ketenangan desanya tidak akan bertahan lama lagi.
Batas hutan dari desa mereka sangat berdekatan dengan kota jadi mereka berdua merasa curiga akan hal tersebut, saat mereka hampir sampai di lokasi sumber suara tersebut, tiba tiba “Awassss”mendengar teriakan tersebut bara cakra spontan untuk menjauh, dan ternyata suara itu memperingatkan bahwa akan adanya pohon tumbang di dekat mereka “Bruggggg” melihat pohon tumbang di depan pandangan, bara dan cakra merasa terkejut dan marah.
Mereka langsung menghampiri asal dari pohon tunbang tersebut, ternyata ada sekelompok pekerja yang mencoba menyisir hutan, melihat hal tersebut cakra dan bara langsung kembali ke desa dan melapor ke tetua desa, mereka melakukan hal tersebut karena mereka sadar bahwa jika mereka menangani hal tersebut hanya berdua itu tidak akan mempan sama sekali.
Mendengar penjelasan dari Cakra dan Bara, tetua desa pun langsung bertindak, dengan mengumpulkan semua warga desa dan mengusir para pekerja itu. Ketika mereka sudah sampai di tempat pekerja itu bekerja mereka langsung melakukan aksi mengusir dengan cara meneriaki para pekerja tersebut.
Akan tetapi hal itu tidak ada hasil sama sekali dan mereka pun memutuskan untuk kembali kedesa dan memikirkan cara lain, disaat para warga sedang berfikir cara untuk mengusir pekerja tersebut, bara dan cakra memiliki satu ide yang cukup efektif, yaitu berbicara langsung kepada walikota kota tersebut.mereka menjalankan ide tersebut tanpa sepengetahuan warga desa.
Sesampainya mereka di tempat tinggal walikota tersebut mereka langsung menjelaskan apa yang terjadi dengan desa mereka, mendengar pernyataan dari mereka berdua, walikota tersebut langsung memberikan perintah untuk berhenti melakukan penebangan secara berkelanjutan dan memberikan akses internet kepada mereka dan akhirnya kondisi desa mereka kembali seperti semula bahkan lebih baik dari sebelumnya dan ini berkat dua pahlawan yang menyelamatkan desa mereka.