Di Pasar Antik, seorang pemuda berkeliaran kesana kemari mencari gelas antik peninggalan Kerajaan Majamanis. Pemuda itu bernama Timothi. Ia berasal dari keluarga kolektor barang antik sekaligus pengusaha terkenal di Negara Outdonesia, sehingga uangnya bisa dipastikan tidak akan habis-habis.
Timothipun menemukan barang yang dia incar dengan harga 250 miliyar. Dengan uang 1 triliunnya, iapun langsung menawar 250 miliyar, namun ada orang lain yang menawar 300 miliyar. Timothi tidak terima, akhirnya ia menaikkan tawarannya dan begitu saja terus hingga selesai dengan harga 895 miliyar. Akhirnya tawar menawar ini dimenangkan oleh Timothi. Iapun pulang dengan barang yang ia incar.
Sesampainya di rumah, Timothi langsung menempatkan gelasnya di tempat teraman di rumahnya yang dilengkapi laser canggih dan banyak pengaman lainnya. Setelah keluar dari ruangan itu, Timothi hendak menonton TV dan dikagetkan oleh suara bel dari depan rumahnya. Saat Timothi ke luar, dia dikagetkan oleh orang bermasker hitam yang langsung menangkap Timothi.
Timothi dimasukkan ke dalam bagasi mobil dengan mulut yang dibungkam beserta tangan dan kaki yang diikat. Timothi mendengarkan obrolan orang yang menangkapnya, ternyata mereka diperintahkan oleh orang yang dijumpai Timothi di Pasar Antik. Saat Timothi sedang berpikir, tiba-tiba ia dikagetkan oleh salah seorang yang menangkapnya. Orang itupun menyuntikkan obat tidur kepada Timothi.
Saat Timothi sadar, dia telah berada di hutan dengan bekal kapak, panci, dan alat bertahan hidup lainnnya yang diberikan oleh orang yang menangkapnya. Timothi bertahan dengan cara memburu hewan dan menebang pohon hingga ia bisa bertahan berhari-hari dengan cara itu. Saat Timothi menjelajah hutan, ia mendapati bangunan tua yang membuat jiwa-jiwa pengoleksi barang antiknya bangkit. Diapun langsung menuju bangunan itu.
bersambung
oleh: Haiz Syurokhi Irfan, Santri-Murid Kelas VIII SMP Alam Nurul Furqon asal Pati.