Oleh: Iliana SakaLabiru, Santri-Murid Kelas VII SMP Alam Nurul Furqon (Planet Nufo) Rembang asal Kota Semarang.
Di tengah banyaknya perasaan yang tengah berkecamuk di hatiku kala ini, aku ingin menyisakan setidaknya satu perasaan.
Sebuah perasaan yang diungkapkan lewat kata-kata. Melalui sebuah surat, yang kutahu tak akan pernah bisa tersampaikan. Untukmu.
Maka bacalah surat dariku, dengan segenap hatimu. Karena barangkali ini adalah surat terakhir. Pernyataan terakhir. Sebelum perasaan itu menghilang begitu saja tak berbekas.
Aku ingin menyukaimu selayaknya aliran sungai, yang menjadikan jalan kebaikan sebagai sebuah pelepas dahaga.
Aku ingin menyukaimu selayaknya aliran sungai, yang menjadikan jalan kebaikan sebagai penenang jiwa.
Aku ingin menyukaimu lebih banyak dari debar, lebih besar dari sabar, lebih lama dari selamanya.
Aku ingin menjadi sebuah langkah yang selalu pulang padamu. Meski jarak berkali-kali menyesatkan. Bahkan ketika dunia tak lagi mengenal arah.
Kau adalah tujuan.
Hadirmu. Senyummu. Langkahmu. Bahkan apapun tentang dirimu, selalu cukup untukku.
Bila kasih adalah bahasa, maka engkaulah kalimat terindah yang pernah ditulis semesta.
Di hadapanmu, aku bukan lagi kata. Melainkan makna yang hanya bisa dimengerti oleh hati yang tulus mencinta.