Namaku Emir Maulana Zulfikar. Orang-orang biasa memanggilku Emir. Di sini aku akan menceritakan liburanku di masa SD, saat aku masih kelas enam.
Suatu hari saat liburan, aku sedang bermain game di HP di rumah. Karena bosan, aku bertanya kepada ibuku, “Bu, kapan kita akan pergi kumpul keluarga? Sudah lama kita tidak kumpul keluarga,” tanyaku.
“Iya, ini kita mau kumpul keluarga. Kamu siapkan baju dulu untuk dipakai di sana nanti,” jawab ibu.
Aku langsung bergegas ke kamar untuk menyiapkan baju. Aku juga memanggil adikku yang masih bermain laptop dan menyuruhnya menyiapkan baju. Setelah kami selesai, aku kembali bertanya kepada ibu, “Kita kumpul keluarganya di mana, Bu?”
“Kita akan ke rumah sepupumu, anak dari adik Ibu,” jawabnya.
Beberapa menit kemudian ibu memanggil, “Nak, ayo kita berangkat.”
“Baik, Bu,” jawabku cepat.
Aku mengambil tas dan berlari keluar, lalu masuk ke mobil tua berwarna hijau. Mobil itu adalah mobil Panther milik pamanku yang diberikan kepada ayahku. Di perjalanan, aku sangat senang karena akan bertemu dengan satu-satunya sepupu laki-laki di keluarga ibu. Namun, karena perjalanan cukup lama, aku merasa bosan dan akhirnya tertidur.
Beberapa jam kemudian, ibu membangunkanku. “Nak, ayo turun dulu, kita makan.”
“Iya, Bu, sebentar,” jawabku dengan mata masih mengantuk.
Kami berhenti di sebuah restoran yang cukup terkenal di Sumatera Barat, yaitu Sambal Cobek Bakar. Aku memesan bebek goreng dan kentang goreng. Setelah makan, aku kembali ke mobil dan melanjutkan tidur karena masih mengantuk. Perjalanan dari rumahku di Kabupaten Solok menuju Payakumbuh memakan waktu sekitar lima setengah jam.
Akhirnya, aku dibangunkan lagi oleh ibu. Ternyata kami sudah sampai di rumah saudara. Aku langsung turun dan membantu mengambil barang-barang dari mobil. Di dalam rumah, aku disambut dengan hangat. Meskipun senang, rasa kantuk tidak bisa kutahan. Aku mandi lalu langsung tidur.
Saat bangun, aku segera melaksanakan salat subuh. Setelah itu, aku berkeliling rumah untuk melihat siapa saja yang sudah bangun. Ketika ke dapur, ternyata semua sedang makan. Karena lapar, aku ikut makan, tetapi memilih duduk di teras karena udara di luar terasa lebih segar. Aku makan sambil menikmati pemandangan yang cukup indah.
Setelah makan, aku masuk ke kamar dan bermain HP bersama sepupuku, Ghani. Kami bermain hingga siang hari. Kemudian aku salat zuhur dan makan siang di teras lagi. Setelah itu, aku diajak ke rumah nenek yang letaknya tidak jauh dari rumah Ghani. Aku pergi menggunakan sepeda milik Ghani.
Sesampainya di rumah nenek, aku mengetuk pintu dan mengucapkan salam beberapa kali hingga nenek membukakan pintu. Aku menyalami nenek, lalu dipersilakan duduk dan diberi beberapa camilan. Aku hanya makan sedikit karena masih kenyang. Sore harinya, aku berencana bermain bola di lapangan dekat rumah Ghani. Kami pulang, salat asar, lalu mengganti baju untuk bermain.
Kami bermain bola hingga menjelang senja. Setelah itu, aku pulang dan langsung mandi karena lelah. Selesai mandi, aku bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Sambil menunggu yang lain bersiap, aku bermain HP. Karena sangat lelah setelah bermain bola, aku tertidur.
Saat terbangun, aku sudah berada di dalam mobil dengan posisi tidur. Aku duduk dan melihat pemandangan di luar yang penuh dengan kerlap-kerlip lampu kota. Beberapa jam kemudian, kami sampai di rumah. Meski tubuh lelah, aku tetap membantu ayah mengangkat barang-barang dari mobil. Setelah semuanya selesai, aku pun tidur.
Mungkin cerita ini tidak terlalu menarik bagi para pembaca, tetapi bagiku ini sangat berarti karena aku bisa bertemu dengan nenek dan sepupu yang sudah lama tidak kutemui.
Terima kasih telah membaca.
Oleh: Emir Maulana Zulfikar, Santri-Murid Kelas VII SMP Alam Nurul Furqon (Planet Nufo) Rembang asal Solok, Sumatera Barat